Komunitas Cloud Indonesia

Apa Itu Cloud Computing?

Penulis :   |   April 26, 2012

Gambar diambil dari sini

Cloud Computing? pasti banyak dari para pembaca yang sudah sering dengar kata tersebut, atau jika belum pernah dengar, mungkin pernah dengar istilah dalam bahasa Indonesia-nya, yaitu “Komputasi Awan”. Ada banyak sudut pandang untuk menjelaskan apa itu Cloud Computing, Wikipedia sendiri menjelaskan Cloud Computing seperti DISINI. Mungkin bagi orang awam, ketika baca penjelasan tersebut masih belum jelas. Untuk itu, saya akan coba menjelaskan-nya dengan bahasa yang lebih mudah dengan analogi dibawah ini.

Tentu kita semua adalah para pemakai listrik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk bisa menikmati listrik, kita tidak perlu mendirikan infrastruktur pembangkit listrik sendiri kan? yang perlu kita lakukan adalah mendaftar ke PLN, dan kita tinggal bayar biaya listrik berdasarkan jumlah penggunaan kita tiap bulan. Saat kita butuh daya tambahan karena suatu tujuan khusus (misal-nya kita ada acara nikahan), kita tinggal bilang ke PLN untuk tambah daya, dan suatu saat nanti ketika ingin turun daya lagi, kita tinggal bilang juga ke PLN. Bisa dikatakan penambahan daya listrik ini sifat-nya ELASTIS dan (harus-nya) bisa dilakukan segera.

Ketika memakai layanan listrik dari PLN, kita tidak perlu pusing untuk memikirkan bagaimana PLN memenuhi kebutuhan listrik kita, bagaimana ketika mereka ada kerusakan alat, bagaimana proses perawatan alat-alat tersebut, dsb. Inti-nya kita cukup tahu bahwa kita bisa menikmati listrik dan berkewajiban membayar biaya tersebut tiap bulan, sedangkan PLN sendiri berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan kita berdasarkan level layanan mereka.

Nah, analogi PLN diatas, adalah sedikit gambaran Cloud Computing, dimana Cloud Computing ini bertugas untuk memberikan layanan dan kita adalah user/pemakai dari layanan tersebut. Kita tidak perlu pusing memikirkan bagaimana mereka (penyedia layananan Cloud Computing) menyedikan layanan tersebut, yang penting mereka bisa memberikan standar layanan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Untuk biaya layanan kita tinggal bayar berdasarkan pemakaian. Saat kita butuh tambahan layanan, kita bisa meminta segera penambahan layanan tersebut, dan juga sebalik-nya (ELASTIS).

Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:

  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)

Dibawah ini kita bahas, masing-masing jenis layanan diatas:

  • Software as a Service (SaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain.  Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud, dsb.
  • Platform as a Service (PaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, databbase engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure,  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS. Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
  • Infrastructure as a Service (IaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb dengan segera.

Mungkin itu sedikit pengantar tentang Cloud Computing dari apa yang saya pahami. Jika dari para pembaca ada yang punya tambahan ataupun koreksi, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.

  1. Microsoft Netizen Night – Dibalik BIG DATA
  2. Windows Azure HDInsight Sudah Tersedia Untuk Umum
  3. FAQ #1: Apa itu Cloud Computing
  4. Tips Mengkonfigurasikan Root Domain ke Alamat Host dari Layanan Cloud Computing
  5. Konfigurasi SNMP di VMware ESXi 5

Penulis :

Komentar

29 thoughts on “Apa Itu Cloud Computing?
  1. Nurudin

    Thank mas alex, artikelnya cukup sederhana dan saya rasa bisa dipahami dengan mudah. Bisa dilanjutkan ke artikel atau journal atau ebook atau resource yg lain yang lebih teknis. Mohon kalo ada bisa dishare. Mudah-mudahan melalui communitas ini bangsa kita bisa menghasilkan produk produk cloud yg banyak.

    Reply
  2. Pingback: Apa itu Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud? : CloudIndonesiA

  3. Pingback: Cloud Computing Sebagai Layanan IT : CloudIndonesiA

  4. Pingback: Paham Cloud Computing Dalam 5 Menit - CloudIndonesiA : CloudIndonesiA

  5. Pingback: Paham Jenis Layanan Cloud Computing Dalam 7 Menit - CloudIndonesiA : CloudIndonesiA

  6. Pingback: NIST Mendefinisikan Komputasi Awan - CloudIndonesiA : CloudIndonesiA

  7. alex Post author

    @mas Nurudin,
    Terima kasih mas, nanti akan dilanjutkan untuk artikel lain-nya yang lebih teknis.

    @Aris, @Harapan,
    Terima kasih, semoga bermanfaat :)

    Reply
  8. Matius Teguh Nugroho

    Sebelumnya makasih banget buat artikelnya, Min. Saya ada beberapa pertanyaan nih.
    Beberapa waktu lalu saya mendaftar di layanan cloud computing-nya Google, yaitu Google Drive. Saya juga udah download aplikasi Google Drive dan udah diinstall juga di PC saya. Akhirnya ada folder Google Drive di desktop saya, terus file-file yang udah saya unggah ke Google Drive akan otomatis ada di folder Google Drive tsb.
    Nah, di dalam folder Google Drive tsb ternyata juga ada file-file saya yg lain yg sebetulnya belum saya unggah ke Google Drive. Nah, yg ingin saya tanyakan, apakah file-file yg belum diunggah tsb bener2 udah ada di Google Drive. Soalnya saya mau install ulang PC saya (OS-nya nggak cocok).
    Mudah-mudahan bisa dimengerti ya, Min. Maaf kalau panjang lebar hehe. Makasih buat responnya :)

    Reply
    1. Alex Budiyanto Post author

      @Matius Teguh,
      Apakah proses sync sudah selesai? saya sendiri belum pernah pakai GoogleDrive, tapi biasa-nya sih akan ada proses sync antara komputer anda yang di lokal dengan yang ada di cloud. Untuk memastikan-nya, silahkan cek lewat web browser dan login ke GoogleDrive anda. Seharusnya anda bisa lihat file-file apa saja yang sudah anda upload disitu. (asumsi, layanan GoogleDrive ini mirip dengan SkyDrive).
      Semoga bermanfaat :)

      Reply
      1. Matius Teguh Nugroho

        Oh iya, Mas. Ternyata saya harus memasukkan duplikat file di PC saya ke dalam folder Google Drive. Terus nanti akan tersinkronisasi dgn sendirinya. Makasih atas responnya, Mas :)

        Reply
  9. Ari Eko Prasethio

    the simplest and easiest analogy…
    very beginning to know cloud, great article mas alex…

    Reply
  10. Pingback: 3 Menit Memahami AWS - CloudIndonesiA : CloudIndonesiA

  11. Pingback: Catatan Kultwit #1: Apa itu Cloud Computing - CloudIndonesiA : CloudIndonesiA

  12. bho

    ketika mengambil contoh dengan PLN, bagaimana hubungan/perbedaan cloud dengan grid computing?

    Reply
  13. Pingback: 3 Menit Memahami AWS - CloudIndonesiA

  14. hasan

    tq mas penceraham yg sederhana dan simpel Sehingga memudahkan utk memahami

    Reply
  15. Pingback: Cloud Computing (Asal Coret) | terus berlari dan berlari

  16. Pingback: Apa itu Cloud Computing (Komputasi Awan) ? | Yusup Blog

  17. Pingback: Cloud Computing | My Blog

  18. Pingback: Tau Cloud Computing gak? | dapat-ilmu-bareng

  19. Pingback: FAQ #1: Apa itu Cloud Computing | CloudIndonesiA

  20. Pingback: Apa Itu Cloud Computing? | Suka Suka Odi

  21. Yodi S.

    Heheh iya nih mudah dicerna, langsung lumayan paham sama Cloud Computing. Btw ane reblog ya gan di blog ane. Thanks!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">