Komunitas Cloud Indonesia

Arsitektur Google Compute Engine

Penulis :   |   July 17, 2012

Setelah mengenal keistimewaan Google Compute Engine pada tulisan sebelumnya, kali ini kita akan mengenal arsitektur Google Compute Engine. Berikut ini gambaran umum komponen sistem pada Google Compute Engine:

Gambar Komponen Sistem Google Compute Engine

Komponen Sistem Google Compute Engine

API

API (Application Programming Interface) adalah sebagai model untuk berinteraksi dengan sistem menggunakan JSON di atas koneksi HTTP. Penggunaannya mirip dengan API produk Google lainnya. Untuk mengakses API Google Compute Engine, autentifikasi menggunakan Oauth 2.0.

Untuk mengakses Google Compute Engine dapat melalui beberapa pilihan yang  tersedia:

  1. CLI (Command Lie Interface): gcutil untuk penggunaan command line.
  2. UI (User Interface): Antar-muka/interface web yang dibangun di Google App Engine.
  3. Partners dan ecosystem: Cloud Platform Management, seperti RightScale dan PuppetLabs.

Instances

Instance adalah berupa mesin virtual dengan sistem operasi linux (Ubuntu, CentOS) dengan hak akses root dan beberapa utilitas yang sudah diinstall serta menggunakan prosesor modern (Intel Sandy Bridge). CPU virtual terdiri dari 1, 2, 4, dan 8 core dengan 3.75GB RAM dan ~420GB ephermeral disk untuk masing-masing CPU virtual. Spesifikasi mesin yang lebih rendah akan segera hadir.

Kernel

Proses mesin virtual dan proses non mesin virtual berjalan berdampingan. Kernel mesin virtual bekerja sangat mirip dengan kernel RedHat.

 

 

 

Networking

Private Virtual Network

Jaringan setiap proyek diisolasi, menggunakan IPv4 privat (RFC 1918). Saat ini belum mendukung IPv6.

Internet Access

Setiap mesin virtual bisa mendapatkan alamat IP eksternal (1 – 1 NAT). Tidak terikat zona/regional. Sistem firewall sudah tersedia. Lalu lintas jaringan terbatas, hanya UDP, TCP, dan ICMP (Outgoing SMTP diblokir).

Storage

Persistent Disk

Kinerja cepat dan konsisten. Tersedia melalui API. Baca/tulis dengan satu instance. Baca dengan banyak instances. Seluruh isi disk dienkripsi.

Local/Ephermeral Disk

Digunakan untuk proses booting seluruh instances. Keberadaannya mengikuti instance (siklus hidup mesin virtual). Terdapat pada mesin fisik yang sama. Seluruh isi disk juga dienkripsi.

Google Cloud Storage

Pengaksesan melalui Global API. Akses tidak berselisihan dengan akun IaaS cloud service. Baik untuk input dan output data.

Untuk definisi dan keterangan lebih rinci, dapat dilihat ke dokumentasi Google Compute Engine.

Sekian penjelasan tentang arsitektur layanan infrastruktur Cloud milik Google ini. Implementasi produk IaaS Google akan dibahas pada tulisan berikutnya.

  1. ACCI – Asosiasi Cloud Computing Indonesia
  2. Lowongan .NET Developer
  3. Lowongan Android Developer
  4. Lowongan Java Developer
  5. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016

Penulis :

Komentar

One thought on “Arsitektur Google Compute Engine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *