Komunitas Cloud Indonesia

Cara Kerja AppHarbor

Penulis :   |   July 13, 2012

Setelah sebelumnya kita sudah berkenalan dengan AppHarbor. Sekarang kita akan membahas mengenai backend dari AppHarbor. Ada dua proses yang akan kita bahas yaitu 1) proses Application Deployment dan 2) Application Runtime Environment. Penulis akan memberikan gambar mengenai kedua proses tersebut agar lebih jelas dan mudah dimengerti. Mari kita bahas kedua proses tersebut.

Application Deployment

application deployment

Proses dari Application Deployment

Berdasarkan gambar di atas maka Application Deployment dibagi menjadi 3 subproses yaitu:

  1.  Langkah pertama yang kita lakukan adalah kita menyimpan kode .NET Framework kita di dalam Version Control System (VCS) baik itu Git, Mercurial, Subversion, maupun Team Foundation Server.  Kita juga bisa memanfaatkan jasa VCS yang bisa diintegrasikan ke dalam AppHarbor yaitu BitbucketCodePlex dan GitHub. Selain itu kita bisa juga memanfaatkan API yang disediakan oleh AppHarbor agar kita dapat mengintegrasikan ke dalam sistem kita.
  2. Setelah AppHarbor menerima kode yang sudah kita publish maka kode kita akan di-build oleh platform build server. Proses yang terjadi adalah kode kita akan di-compile, lalu jika ada unit testing di dalam kode kita maka unit testing juga akan dilakukan. Kita dapat melihat hasil kompilasi maupun unit testing melalui application dashboard yang dapat kita akses via browser. AppHarbor akan memanggil service hooks yang kita tambahkan sebelumnya untuk memberitahukan hasil proses build.
  3. Jika kode berhasil di-build dan semua testing berhasil maka aplikasi akan di-deploy ke AppHarbor application server.  AppHarbor dapat melakukan scaling aplikasi ke dalam multiple instances dalam waktu yang cukup cepat. Selain itu, AppHabrbor akan melakukan load balancing terhadap aplikasi yang berjalan di dalam semua instance tersebut.

 Application Runtime Enviroment

application runtime environment

Proses dari Application Runtime Environment

Proses berikutnya adalah Application Runtime Environment pun sama seperti proses sebelumnya, dibagi menjadi 3 subproses:

  1. Pengguna akan mengakses aplikasi yang sudah kita deploy menggunakan subdomain dari apphb.com atau domain kita sendiri yang sudah kita setting DNS record-nya agar mengarah ke AppHarbor. Jika membutuhkan keamanan lebih, AppHarbor mendukung SSL.
  2. Tugas load balancer menjadi penting dalam proses kedua. Jika ada instance yang down atau tidak bisa diakses, maka load balancer akan mengarahkan user untuk mengakses instance yang aktif. Tugas lain dari load balancer adalah HTTP compression dan juga melakukan terminasi koneksi SSL.
  3. Semua infrastruktur AppHarbor berjalan di atas Amazon Web Services dan infrastruktur tersebut dikelola sepenuhnya oleh tim AppHarbor. Aplikasi kita juga dapat memakai sumber daya cloud seperti database, caching, dan layanan email dari add on yang kita install dari katalog add on.

Demikian penjelasan singkat mengenai cara kerja dari “dapur” AppHarbor. Pada artikel selanjutnya, penulis akan membahas mengenai penggunaan AppHarbor. Jadi, bersiap-siap bagi para developer .NET Framework (terutama aplikasi web) untuk menantikan artikel selanjutnya.

Salam awan,

@tonidermawan

Sumber:

[1] https://appharbor.com/page/how-it-works

  1. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016
  2. Big Data dengan Google Cloud
  3. Cloud Computing dan Big Data : Sebuah Kombinasi Ideal
  4. Keynote CEO Oracle mengenai Transformasi Cloud Computing
  5. Cloud Computing sebagai Skill yang Paling Dicari di Dunia Kerja

Penulis :

Pengembara teknologi yang mencari ilmu mengenai teknologi dan menyebarkan ilmu yang sudah dipelajarinya bagi orang lain melalui blog ini :D. Tulisan lainnya bisa diakses di tonilab.wordpress.com

Komentar

One thought on “Cara Kerja AppHarbor
  1. Pingback: Tutorial Hello World di AppHarbor - CloudIndonesiA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *