Komunitas Cloud Indonesia

Keunggulan Google App Engine

Penulis :   |   July 7, 2012

Google App EngineGoogle App Engine adalah Platform-as-a-Service yang diluncurkan oleh Google sejak tahun 2008. Sedari awal, Google App Engine dirancang untuk mempermudah pembangunan aplikasi jaringan dengan memanfaatkan infrastruktur dan teknologi yang Google biasa gunakan untuk produk-produk mereka sendiri, seperti Gmail, Google+, dan Google Search.

Perkenalan yang lebih lengkap mengenai Google App Engine bisa dibaca di artikel Mengenal Google App Engine pada portal ini. Di artikel ini, kami akan membahas secara lebih mendetail keunggulan dari Google App Engine.

Keandalan

Baik dari segi uptime maupun penyimpanan data, Google App Engine menawarkan keandalan yang tinggi. Setiap data yang kita simpan di Google App Engine secara otomatis direplikasi beberapa kali oleh Google dan disimpan di berbagai datacenter Google yang tersebar di seluruh dunia. Keuntungannya, jika terdapat gangguan di salah satu datacenter, data yang kita miliki masih bisa dibaca dari datacenter Google lainnya. Hal ini dilakukan di balik layar oleh Google, dan aplikasi Google App Engine yang kita miliki bahkan tidak akan menyadari jika gangguan seperti di atas terjadi. Keandalan yang tinggi seperti ini bisa dilihat dari tidak adanya satupun downtime yang terjadi bagi lebih dari 100.000 apps dalam Google App Engine selama setahun terakhir.

Skalabilitas

Skalabilitas adalah kemampuan aplikasi yang kita kembangkan untuk menangani tumbuhnya volume transaksi atau pemrosesan yang dibutuhkan. Google App Engine sedari awal menawarkan kemudahan bagi aplikasi kita untuk scale up sesuai dengan kebutuhan. Datastore yang mereka tawarkan dalam Google App Engine memiliki jaminan waktu akses konstan sebanyak apapun jumlah data yang aplikasi kita simpan di dalamnya. App Engine juga memiliki kemampuan untuk scale up secara otomatis, dimana Google bisa mendeteksi adanya lonjakan transaksi atau pemrosesan yang aplikasi kita hadapi dan meningkatkan jumlah server yang aplikasi kita gunakan, sehingga lonjakan tersebut bisa tertangani.

Google App Engine Automatic Scaling

Contoh Auto-Skalabilitas Aplikasi Google App Engine

Platform API yang Berkualitas

Google App Engine menyediakan berbagai platform API yang bisa dimanfaatkan oleh para developer untuk mempermudah pembangunan aplikasi dengan skalabilitas dan reliabilitas yang setara dengan skalabilitas dan reliabilitas Google. Sebagian besar API yang Google App Engine tawarkan adalah API yang Google sudah lama digunakan untuk produk-produk mereka sendiri. Dalam hal ini, Google App Engine bisa dianggap sebagai kesempatan bagi developer aplikasi untuk bisa memanfaatkan API Google yang kualitas dan keandalannya sudah teruji.

Daftar platform API yang Google tawarkan melalui Google App Engine saat artikel ini ditulis antara lain adalah:

  • Datastore API, untuk menyimpan data dalam BigTable, datastore NoSQL yang Google kembangkan.
  • Blobstore API, untuk menyimpan data dalam bentuk binary dan dalam ukuran yang besar, seperti gambar atau dokumen pdf.
  • Memcache API, untuk menyimpan data dalam cache memori dengan performansi yang tinggi dan latensi yang sangat rendah.
  • Mail API, untuk mengirim dan menerima e-mail dari dan ke aplikasi yang kita kembangkan.
  • Task Queue API, untuk mendistribusikan pekerjaan yang aplikasi kita tangani agar kita bisa dengan mudah scale up sesuai dengan kebutuhan.

Masih banyak API Google App Engine lain yang akan kami bahas secara lebih mendetail dalam artikel-artikel selanjutnya.

Dukungan Penyimpanan Data NoSQL dan SQL

Google Cloud StorageKetika Google App Engine baru diluncurkan, Google hanya menawarkan satu jenis penyimpanan data bagi aplikasi yang kita kembangkan: App Engine Datastore yang menggunakan datastore BigTable. Seiring dengan berjalannya waktu, Google meluncurkan dua jenis penyimpanan data lain yang bisa digunakan oleh developer aplikasi: Google Cloud SQL yang menggunakan database MySQL, dan Google Cloud Storage yang menawarkan RESTful bucket storage untuk penyimpanan data sampai ukuran terabita.

Kemungkinan Penyewaan Berbagai Jenis dan Kelas Server

Google App Engine menawarkan beberapa jenis server yang bisa developer sewa dan gunakan untuk aplikasinya. Dua jenis utama yang Google App Engine tawarkan adalah frontend server dan backend server. Frontend server adalah jenis server yang memiliki kemampuan scale up secara otomatis, bisa kita sewa secara dinamik sesuai kebutuhan, tapi memiliki batasan maksimal pemrosesan transaksi selama 60 detik. Backend server adalah jenis server yang disewa secara statik, tanpa kemampuan scale up, tapi tidak memiliki batasan maksimal pemrosesan transaksi.

Google App Engine Instance Classes

Contoh Berbagai Kelas Server di Google App Engine

Selain jenis server, Google App Engine juga menawarkan berbagai kelas server. Kelas yang paling rendah adalah kelas F1 untuk frontend server dan B1 untuk backend server, setara dengan 600 MHz CPU dan 128 MB memori. Kelas paling tinggi yang ditawarkan adalah kelas F4 (2.4 GHz CPU, 512 MB memori) untuk frontend server dan kelas B8 (4.8 GHz CPU, 1024 MB memori) untuk backend server.

Kuota Gratis yang Tinggi

Google App Engine menawarkan kuota gratis yang cukup tinggi, sehingga developer yang hendak mencoba Google App Engine bisa mencobanya tanpa harus membayar atau memiliki kartu kredit. Saat artikel ini ditulis, kuota yang Google tawarkan adalah gratis 28 jam penyewaan server kelas F1 dan 9 jam penyewaan server kelas B1. Kuota ini akan diperbaharui setiap 24 jam.

Kuota Gratis Google App Engine

Dashboard Kuota dari Google App Engine Berserta Kuota Gratis App Engine

Keunggulan-keunggulan Google App Engine sangat mempermudah pengembangan aplikasi jaringan, terutama aplikasi yang menangani transaksi dengan volume dan frekuensi yang besar. Tapi Google App Engine juga tentunya memiliki beberapa kelemahan. Tunggu artikel berikutnya dari kami, dimana kami akan membahas secara mendetail kelemahan-kelemahan tersebut, berserta  cara mengatasinya.

Creative Commons License
Keunggulan Google App Engine by Ibrahim Arief is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.

  1. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016
  2. Big Data dengan Google Cloud
  3. Cloud Computing dan Big Data : Sebuah Kombinasi Ideal
  4. Keynote CEO Oracle mengenai Transformasi Cloud Computing
  5. Cloud Computing sebagai Skill yang Paling Dicari di Dunia Kerja

Penulis :

Ibrahim Arief received his Bachelor of Engineering on Informatics from Institut Teknologi Bandung, Indonesia, in 2008. He obtained his Master of Science in 2011 from the Erasmus Mundus Color in Informatics and Media Technology. Professionally, he architects and develops high-performance distributed transactional systems, ranging from traditional on-premise server cluster systems to highly scalable cloud-based systems. He currently works in a Dutch company as software engineer, developing intelligent logistical management SaaS for high profile corporate clients and running on top of Google App Engine PaaS.

Komentar

2 thoughts on “Keunggulan Google App Engine
  1. Pingback: Penanggulangan Kelemahan Google App Engine - CloudIndonesiA

  2. rissal bramana

    Salam kenal,
    terima kasih atas tulisan “KEUNGGULAN GOOGLE APP ENGINE” nya, sangat menyemangati saya untuk menjadi paham dan terus belajar.
    Salam, Rissal

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *