Komunitas Cloud Indonesia

Komputasi Awan di Dunia Pendidikan

Penulis :   |   July 7, 2012

Pendidikan harus berubah, sekolah harus berubah, kelas harus berubah! Proses belajar mengajar sekarang ini sudah ketinggalan jaman, siswa perlu diajak untuk ikut berpartisipasi, terlibat dan berkontribusi pada apa yang akan mereka pelajari dan siswa juga memerlukan lebih banyak layanan teknologi dari sekolah mereka. Hal yang sangat penting adalah perubahan yang dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kehausan mereka akan teknologi dan pengetahuan, tetapi juga untuk menyiapkan mereka untuk mampu menjawab kebutuhan di tempat kerja dimasa akan datang.

Teknologi menjadi faktor perubahan dan membuka semua kemungkinan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Jargon-jargon selama ini yang sering kita dengar seperti pendidikan sepanjang hanyat, belajar dimana saja, belajar kapan saja, belajar dengan siapa saja, semua bisa menjadi guru, semua bisa menjadi siswa dan sebagainya semakin nyata terwujud dengan teknologi komputasi awan ini.

Apakah menggunakan teknologi komputasi awan di dunia pendidikan  itu mahal? jawabanya tidak. Apakah menggunakan teknologi komputasi awan itu sulit? jawabanya juga tidak. Dengan komputasi awan, sekolah dan  guru  akan fokus pada isi materi pelajaran. Sekolah tidak perlu membeli perangkat keras, perangkat lunak dan tenaga teknis khusus yang menangani komputasi awan. Karena itu semua sudah di tangani oleh penyedia layanan kompoutasi awan.  Berikut ini ada kelebihan yang ditawarkan oleh hampir semua penyedia layanan komputasi awan:

  1. Free atau gratis
  2. Aman, Data dan keamanan dijamin 99.9%
  3. Kapan saja – dimana saja, hanya dengan browser, sangat mudah bagi guru dan siswa untuk bekerjaa di depan komputer tanpa membeli software yang mahal
  4. Diproteksi, semua email yang masuk ke siswa dapat ditambah filter, dokumen dan situs dapat disharing hanya untuk satu sekolah saja
  5. Kolaborasi, untuk meningkatkan aktifitas kelas dan penilaian dengan kolaborasi secara real-time

Karena begitu bayak jenis dan penyedia layanan komputasi awan, maka menurut penulis yang paling tepat untuk dunia pendidikan atau sekolah adalah komputasi awan yang berjenis SaaS (Sofware as a Service). Berikut ini sebagian layanan komputasi awan yang tersedia dan bisa di manfaatkan untuk bidang pendidikan atau sekolah.

  1. Google Apps for Educations
  2. Microsoft Office 365 for Education
  3. Zoho
  4. Evernote
  5. Prezi

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=88ysB-EKA9U&version=3&hl=en_US]

 

Pada tulisan-tulisan selanjutnya akan mengupas satu-persatu layanan komputasi awan di dunia pendidikan seperti yang tersebut diatas.

 

Referensi: Google Apps for Primary and Secondary Education, Cloud Computing in Education,

 

  1. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016
  2. Big Data dengan Google Cloud
  3. Cloud Computing dan Big Data : Sebuah Kombinasi Ideal
  4. Keynote CEO Oracle mengenai Transformasi Cloud Computing
  5. Cloud Computing sebagai Skill yang Paling Dicari di Dunia Kerja

Penulis :

Komentar

3 thoughts on “Komputasi Awan di Dunia Pendidikan
  1. wicaksono

    bagaimana dengan sisi humanis dari para siswa???
    karena belajar tidak melulu hanya untuk mengasah otak saja tapi juga butuh bersosialisasi, berinteraksi secara langsung dengan teman dan membangun relasi untuk lebih tahu mengenai bagaimana bekerja di dalam tim.
    Cloud Computation concept itu bagus sebagai salah satu pilihan, tapi kalo hal itu dijadikan sebagai satu2nya jawaban mungkin belum terlalu pas.
    Just IMHO…btw bravo…keep in spirit..!

    Reply
  2. yosbudi

    Wuih… mendalam nih… baiklah,… sejenak kita berfilosofi… capek juga kalo bicara teknis terus. (jujur saja… saya juga haus akan diskusi pada tataran filosoif…. mungkin terakhir 12 th yang lalu…… lama ya..)

    Saya juga percaya ada proses dehumanisasi dalam pendidikan. Ada banyak tokoh yang menyuarakan ini, diantaranya Ivan Illich, Paulo Freire, Driyarkara, Muji Sutrisno, yang kesemua pemikiran beliau sudah pernah saya baca… mungkin 18 tahun yang lalu, dan sudah mengalamin internalisasi dalam diri saya.

    Paulo Freire mengatakan bahwa pendidikan sekarang ini adalah pendidikan gaya bank. Guru adalah sumber ilmu dan murid wadah/botol yang siap menampung apa saja, untuk disimpan, mungkin sampai luber. Saya sangat setuju dengan ini, (selengkapnya bisa di lihat di http://bruderfic.or.id/h-152/menuju-pendidikan-yang-humanis.html).

    Nah… komputasi awan memberi ruang kepada siswa untuk terlibat pada apa yang akan dipelajari. Siswa juga bisa membuat konten sendiri, guru tinggal membimbing/memfasilitasi. Bahkan dengan kerja kelompok atau kolaborasi menjadi salah satu unggulan teknologi ini. Misalnya dengan google docs atau google sites (akan saya bahas pada tulisan selanjutnya), semua siswa diajak berkolaborasi mengerjakan tugas, uniknya, siswa tidak bisa hanya titip nama, karena jejak user/pemakai/siswa akan terekam dalam aplikasi tersebut. Siswa yang jarang menggunakan akunpun akan ketahuan.

    Jadi menurut saya, komputasi awan membuka peluang bagi kita untuk keluar dari keterpurukan ini. Satu lagi yang tidak kalah penting. Siswa diajak untuk bisa menulis, ya… budaya menulis lambat laun akan menjadi budaya kita.

    btw, trims atas diskusi ini. jadi lebih hidup nih…

    Reply
  3. Pingback: Memulai Google Apps for Educations:Upgrade dari Google Apps free | CloudIndonesiA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *