Komunitas Cloud Indonesia

Membuat “Hello World!” dengan Google App Engine

Penulis :   |   July 30, 2012

Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana membuat sebuah aplikasi Google App Engine yang sederhana. Konsepnya sama dengan aplikasi dari developer yang pertama kali mempelajari sebuah teknologi pemrograman baru. Anda disarankan untuk sudah membaca beberapa tulisan di portal ini  seputar pengenalan ke Google App Engine, termasuk kebutuhan perangkat lunaknya. Untuk bahasa pemrograman yang dipakai adalah Servlet dan JSP.

Mengenal Servlet dan JSP

Servlet dan JSP adalah salah satu teknologi yang digunakan didalam Google App Engine selain Phyton dan Go. Kedua teknologi ini sudah terkenal dan mature, oleh karena itu penulis akan memakainya didalam setiap penulisan tentang GAE ini.

Servlet merupakan sebuah java class yang digunakan untuk melayani permintaan HTTP dari pengguna. Sebetulnya, Servlet tidak hanya dapat digunakan untuk protokol HTTP, tetapi memang umumnya pemanfaatannya adalah untuk yang berbasis HTTP. Secara sederhana, servlet dapat dianggap sebagai sebuah java applet yang berjalan di server. Servlet harus di-compile terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Selain itu, didalam webserver-nya juga harus memiliki Servlet Web Container agar servlet tadi benar-benar dapat dijalankan. Penjelasan teknis mengenai hal ini diluar skope tulisan dan dapat anda pelajari secara terpisah.

JSP, di lain pihak adalah sebuah scripting technology yang berbasis java. JSP dapat dikomparasikan dengan bahasa pemrograman scripting lain seperti ASP dan PHP. Berbeda dengan Servlet yang merupakan sebuah java class (yang berarti hasil kompilasi), JSP tersimpan sebagai sebuah file teks biasa yang berisi perintah-perintah yang berfungsi secara khusus, tergantung pada kebutuhan. Secara arsitektural, JSP merupakan high-level abstraction dari Servlet. Pada saat dijalankan, sebuah JSP akan dikompilasi menjadi Servlet terlebih dahulu dan akan disimpan cache-nya sehingga dapat digunakan berkali-kali tanpa perlu dilakukan proses kompilasi ulang, tentunya sampai file JSP-nya berubah (diedit).

“Hello World!”

Pada bagian ini kita akan memulai belajar membuat program GAE yang pertama: Hello World! Sepertinya, semua teknologi pemrograman yang pernah penulis pelajari selalu memberikan contoh “Hello World!” sebagai permulaan. Tradisi ini yang hendak penulis lestarikan.

Jalankan Eclipse. Klik menu New. Ini untuk membuat project baru didalam Eclipse. Ada banyak pilihan yang diberikan oleh Eclipse, tetapi yang kita butuhkan adalah membuat project berbasis Google App Engine.

Klik pada submenu “Other…”. Eclipse akan menampilkan beberapa pilihan untuk membuat project baru. Khusus untuk keperluan ini, pilih “Google: Web Application Project“.

Double-click pada pilihan “Web Application Project“. Menu ini baru akan muncul jika anda sudah menginstall GAE plug-in. Eclipse akan menampilkan windows baru yang meminta inputan dari anda seputar informasi dari project tersebut:

Isilah form diatas sesuai dengan kebutuhan anda. Jika ini adalah pertama kalinya anda membuat project GAE, maka terlihat bahwa opsi “Use Google App Engine” adalah kosong. Ini adalah setting yang mengarah pada SDK GAE. Anda harus mendownloadnya, melakukan ekstraksi file ZIP hasil download, kemudian mengarahkan setting ini ke folder dimana GAE SDK anda ekstrak. Jangan lupa untuk uncheck opsi “Use Google Web Toolkit” dan biarkan opsi “Use Google App Engine” dipilih (checked).

Beberapa isian juga wajib, seperti package dari project ini. Package ini dapat dianggap sebagai sebuah pengenal unik dari aplikasi anda. Format penamaan package ini sesuai standar Java. Kemudian, perlu diketahui juga bahwa lokasi project secara default berada didalam workspace eclipse, jika anda ingin meletakkan file-file project anda pada lokasi yang berbeda, pilihlah opsi “Create New Project In“. Setelah semuanya anda isi, klik tombol “Finish” dan eclipse akan segera membentuk struktur project anda.

Untuk langsung melihat hasilnya, silahkan klik tombol RUN (CTRL-F11). Tunggulah beberapa saat, nanti Eclipse akan menampilkan sebuah URL khusus yang dapat langsung di-double-click untuk melihat hasilnya. Bukalah browser favorit anda (seperti Google Chrome atau Firefox), lalu masukkan URL yang diberikan tadi (misalnya: http://localhost:8888/) dan lihatlah hasilnya.

Jika anda perhatikan, seluruh isi dari project diatas telah disiapkan oleh plugin GAE didalam Eclipse. Ini semacam menyediakan sebuah kerangka project untuk keperluan anda.  Sekarang bukalah folder “war” di window project anda dan double-click pada file “index.html“. File inilah yang anda lihat di browser ketika project anda dijalankan. Cobalah untuk mengganti isinya, maka anda juga akan melihat perubahan saat project anda dijalankan.

Sekarang mari kita mencoba untuk menggunakan Servlet untuk percobaan ini. Bukalah folder “src” di window project anda dan double-click pada file HelloWorldServlet.java dan ketikkan program berikut:

package com.ats.gae.test;
import java.io.IOException;
import javax.servlet.http.*;
public class HelloworldServlet extends HttpServlet {
 public void doGet(HttpServletRequest req, HttpServletResponse resp)
 throws IOException {
 resp.setContentType("text/plain");
 resp.getWriter().println("Ini Servlet buangetz geto looh");
 }
}

Kemudian, coba untuk merubah isi file “index.html” menjadi seperti berikut:

<html>
<body>
Ini Google App Engine loooh!
<br>
<a href="ayorek">klik sini buat jalankan servlet!</a>
</body>
</html>

Setelah itu, buka folder “war->WEB-INF->lib” dan double-click pada file “web.xml“. File ini adalah file PENTING karena berisi data-data konfigurasi bagaimana program anda akan dijalankan.  Carilah tag “<servlet>” dan “<servlet-mapping>” dan editlah seperti dibawah ini:

<servlet>
 <servlet-name>Helloworld</servlet-name>
 <servlet-class>com.ats.gae.test.HelloworldServlet</servlet-class>
 </servlet>
 <servlet-mapping>
 <servlet-name>Helloworld</servlet-name>
 <url-pattern>/ayorek</url-pattern>
 </servlet-mapping>

Setelah selesai, simpanlah project anda dan tekan CTRL-F11 untuk menjalankannya. Setelah keluar URL-nya, copy url tersebut dan tampilkan di browser kesayangan anda.

Selamat mencoba !

  1. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016
  2. Big Data dengan Google Cloud
  3. Cloud Computing dan Big Data : Sebuah Kombinasi Ideal
  4. Keynote CEO Oracle mengenai Transformasi Cloud Computing
  5. Cloud Computing sebagai Skill yang Paling Dicari di Dunia Kerja

Penulis :

Seorang Technology Enthusiast. Bekerja sebagai Senior Software Developer di sebuah perusahaan Software House. Founder group facebook "GEEK FACTOR", sebuah komunitas bagi para pecinta teknologi (http://www.facebook.com/groups/nerd.factor).

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *