Komunitas Cloud Indonesia

Mengenal Windows Server Hyper-V dan Hypervisor (1)

Penulis :   |   July 17, 2012

hyper-v-logo

Jika ditinjau dari klasifikasi Virtualisasi menurut Robert.P Goldberg[1], Windows Server Hyper-V merupakan jenis hypervisor Type-1. Hal ini berarti Windows Server Hyper-V merupakan sebuah type hypervisor yang berjalan langsung (native) diatas hardware (bare-metal) dalam suatu host/system,  serta dapat meng-handle sendiri masalah sharing dari perangkat keras itu untuk kebutuhan masing-masing VM-nya, sehingga bukan mengakses melalui OS dahulu. Berikut adalah gambaran umum penjelasannya:

Hypervisor Type

Hypervisor Type

Dalam pengertian singkat, fungsi utama dari hypervisor type ini adalah untuk mengatur langsung penggunaan alokasi dari resource(processor, memory dan perangkat lainnya) untuk beberapa VM secara bersama-sama di dalam suatu host/system.

Teknologi Virtualisasi Berbasis Hardware

Windows Server Hyper-V hanya bisa berjalan pada processor yang men-support fitur virtualisasi berbasis hardware. Sebelum menginjak pada pembahasan arsitektur Hyper-V, berikut sedikit penjelasan tentang teknologi baru processor ini.

Dalam keluarga processor x86, terdapat level proteksi akses yang dikenal dengan istilah ring. Setiap ring mempunyai hak aksesnya sendiri-sendiri. Dimana ring 0 adalah level yang memiliki privilege tertinggi dalam sebuah OS (Operating System) dan code yang berjalan pada ring 0 ini, bisa dikatakan berjalan pada area kernel(kernel-space). Sedangkan untuk code selainnya (aplikasi, utility, tools) berjalan pada level paling rendah, umumnya pada ring 3. Nah, karena Hyper-V ini adalah jenis hypervisor type-1 yang mengakses langsung ke hardware, maka bisa dikatakanlah Hyper-V ini berjalan pada level ring 0.

Karena hypervisor ini berjalan pada ring 0, maka untuk alasan keamanan, pada guest OS yang ada haruslah berjalan pada ring yang lebih rendah. Namun, sayangnya kernel dari OS sekarang ini memiliki keterbatasan dalam melakukan task-task umum tersebut. Kernel OS telah ditulis dalam ring 0 karena memang memiliki alasan khusus: kernel membutuhkan task-task yang hanya tersedia pada level tersebut. Satu solusi untuk masalah ini adalah dengan merubah code-code yang berada pada guest OS, kemudian mengganti task-task yang hanya berjalan pada ring 0 saat memanggil code dari hypervisor, yang kemudian disebut dengan hypercalls. Namun sayangnya ini bukanlah solusi yang efisien, karena membutuhkan 2 perkerjaan baru, selain itu tindakan memodifikasi tiap guest OS yang ada juga bukanlah solusi yang praktis.

Intel-VT & AMD-V

Intel-VT & AMD-V

Maka, muncullah solusi yang kedua: yaitu dengan menambahkan fitur pendukung virtualisasi berbasis hardware, yang dewasa ini telah diimplementasikan pada oleh 2 produsen besar processor: Intel dan AMD. Fitur tersebut, lebih familiar dengan istilah Intel-VT dan AMD-V yang berfungsi memberikan ektensi tambahan, berupa task-task tertentu yang bisa dijalankan oleh guest OS tanpa memodifikasinya. Untuk lebih tepatnya, pada jenis processor baru tersebut telah muncul privilege tambahan (biasanya disebut ring -1) yang berada diatas ring 0, dimana bagian dari area hypervisor beroperasi, sehingga guest OS tanpa modifikasi-pun bisa berjalan secara normal tanpa memakai privilege ring 0 dari hypervisor.

Hyper-V Model as Hypervisor

Hyper-V Model as Hypervisor

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang permodelan dasar dari Hyper-V itu sendiri, akan dijelsakan di tulisan bagian-2.

Referensi:

[1] Goldberg, Robert P. (February 1973) (PDF). Architectural Principles for Virtual Computer Systems. Harvard University. pp. 22-26

Sumber:

– Saduran bebas dari: http://www.virtuatopia.com/index.php/An_Overview_of_the_Hyper-V_Architecture

– Source gambar: http://wikipedia.org/

  1. ACCI – Asosiasi Cloud Computing Indonesia
  2. Lowongan .NET Developer
  3. Lowongan Android Developer
  4. Lowongan Java Developer
  5. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016

Nashrullah Indi Abid, a student of Information System, in one of the private university in Indonesia. He has a great passion in IT field on multiple-discipline subjects. Based: Surabaya, Indonesia.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *