Komunitas Cloud Indonesia

Pengantar Proxmox Virtual Environment

Penulis :   |   July 5, 2012

Tulisan kali ini mencoba memberikan sedikit gambaran tentang salah satu software pendukung layanan dari Cloud yaitu Infrastructure As A Service (IAAS) yang berbasis OpenSource, yaitu Proxmox VE (Virtual Environment). Berdasarkan referensi yang saya dapat, Proxmox VE adalah Distro linux berbasis Debian(x86_64) yang dibuat khusus sebagai hypervisor atau disebut juga Virtual Machine Manager (VMM) tipe 1 (bare metal). Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan hypervisor tipe 1 dan tipe silahkan perhatikan gambar dibawah ini:

  • Tipe 1 (barel metal) Hypervisor yang berjalan langsung di atas perangkat keras yang kita miliki. Selain Proxmox yang menggunakan KVM, beberapa yang ternama yaitu Oracle VM untuk SPARC, XenServer Citrix dan Microsoft Hyper-V
  • Tipe 2 (host) Hypervisor berjalan di dalam Sistem Operasi. Dengan lapisan hypervisor sebagai tingkat perangkat lunak yang berbeda. Contoh dari tipe ini adalah VMware Workstation dan VirtualBox.

Dari keterangan di atas diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hypervisor sebagai software infrastruktur virtual yang dapat dijadikan pendukung layanan Cloud Computing. Proxmox secara default menyertakan OpenVZ dan KVM (Kernel-based Virtual Machine) dan disediakan dalam mode CLI (Command Line Interface)/modus teks. Proses administrasinya dilakukan menggunakan akses web dengan plugin Java.

Pada artikel selanjutnya akan kita bahas bagaimana membangun sebuah layanan IaaS menggunakan PROXMOX VE yang bisa kita gunakan untuk membuat Private Cloud.

  1. ACCI – Asosiasi Cloud Computing Indonesia
  2. Lowongan .NET Developer
  3. Lowongan Android Developer
  4. Lowongan Java Developer
  5. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016

Penulis :

Seorang Warga Indonesia biasa yang saat ini menjadi pelayan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Garut.

Komentar

4 thoughts on “Pengantar Proxmox Virtual Environment
  1. Eryk

    Sekedar tambahan, Proxmox ini bare metal, jadi cukup berisiko kalau diinstal di HDD yang sudah ada OS sebelumnya 🙂

    Reply
  2. Sutanto

    @Ilmi; terima kasih, artikel yg bagus ni pak. sy sedikit lebih memahami perbedaan bare metal dan hosted. ditunggu artikel selanjutnya. 🙂

    @Eryk; memang resikonya apa Pa Eryk selain kehilangan data karena pada saat proses instalasi proxmox memformat seluruh isi hardisk?

    Reply
  3. Pingback: Event Report: Workshop Cloud Computing - EEIT Collaboration 2012 - CloudIndonesiA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *