Komunitas Cloud Indonesia

Persiapan untuk Perubahan : Faktor Ekonomi, Merger dan Akuisisi serta TI

Penulis :   |   May 18, 2012

Saat ini perkembangan ekonomi seringkali mengubah cara suatu organisasi/perusahaan dalam berbisnis. Organisasi/perusahaan diharuskan untuk menjadi lebih efisien dan dituntut untuk dapat dengan cepat merespon perubahan-perubahan yang terjadi. Para manajer TI dituntut untuk meningkatkan tingkat jaminan layanan dan pada saat yang sama, mereka juga dituntut untuk dapat mengurangi biaya-biaya. Kondisi ini menyebabkan terjadinya efisiensi dalam penggunaan sumber daya manusia dan perangkat keras.

Organisasi/perusahaan seringkali melakukan restrukturisasi pada setiap lini bisnis untuk meningkatkan daya kompetisi tinggi. Unit-unit bisnis utama organisasi/perusahaan diarahkan untuk melebur pada bisnis inti, usaha untuk merger lebih sering dinegosiasikan, usaha akuisisi seringkali diciptakan untuk memperbaiki posisi ekonomi dan operasional organisasi/perusahaan. Pada situasi tersebut, peran penting TI diperlukan untuk membantu para pengambil keputusan dari suatu organisasi/perusahaan.

Solusi virtualisasi digunakan untuk menjamin dan mengubah aspek keekonomian dari TI. Konsolidasi server-server, dipasangkan dengan alokasi sumber daya secara efisien dapat menghemat biaya hingga sebesar 50 – 70 %. Otomasi pengaturan server-server mengurangi pekerjaan administratif terhadap data center sehingga meningkatkan produktifitas departemen TI menjadi dua hingga tiga kali lebih besar daripada produktifitas departemen TI sebelum menggunakan solusi virtualisasi. Fleksibilitas dari solusi virtualisasi memungkinkan departemen TI beradaptasi terhadap perubahan secara cepat dan efisien.

Server-server secara fisik diubah menjadi mesin-mesin secara virtual yang diperlakukan seperti halnya berkas data-data, sehingga memudahkan perpindahan berkas-berkas tersebut dalam suatu ranah fisik. Suatu data center dapat dengan mudah dipindahkan ke tempat lain dengan cara mengubah server-server ke dalam mesin-mesin virtual, melakukan copy mesin-mesin virtual berikut data-data tersebut ke lokasi baru, melakukan penggantian alamat jaringan dan melakukan restart mesin-mesin virtual tersebut dan mesin-mesin virtual tersebut siap untuk memberikan layanannya.

Apabila solusi virtualisasi diterapkan pada desktop pengguna dengan pengaturan terpusat dari kantor pusat, maka unit-unit bisnis yang lokasinya terletak diluar perusahaan, bahkan diluar negeri, dapat melakukan aktivitas sama seperti ketika unit-unit bisnis pada kantor pusat. Penggunaan pengaturan terpusat tersebut ditujukan supaya data-data unit bisnis yang lokasinya diluar perusahaan dapat disimpan dengan aman pada data center di kantor pusat.

Aspek-aspek Pekerjaan TI yang disederhanakan dengan Virtualisasi

Pelaksanaan virtualisasi tidak terlepas dari beberapa aspek yang mempengaruhi berhasil/tidaknya pemenuhan solusi tersebut. Beberapa aspek tersebut adalah provisioning, maintenance, toleransi terhadap kerusakan perangkat keras, pengaturan perbaikan/update dan ketersediaan layanan yang tinggi. Penjelasan singkat tentang aspek-aspek tersebut diatas dapat dijabarkan pada bagian berikut :

Provisioning

Pekerjaan provisioning seperti konfigurasi perangkat keras, instalasi, konfigurasi sistem operasi, konfigurasi aplikasi dan pengetesan keseluruhan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sebelum departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, pekerjaan provisioning membutuhkan waktu empat hingga enam minggu, sedangkan setelah departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, pekerjaan provisioning membutuhkan waktu dalam hitungan detik dan terotomasi secara penuh.

Maintenance

Administrator sistem dalam melakukan pekerjaan maintenance perangkat keras server-server memerlukan inspeksi berkala sebelum menggunakan solusi virtualisasi. Begitupula apabila terdapat migrasi aplikasi pada server-server baru, maka hal tersebut memerlukan waktu dalam hitungan minggu. Setelah departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, pekerjaan maintenance perangkat keras server-server tidak perlu dilakukan dengan metode inspeksi fisik, akan tetapi melalui perangkat bantu monitoring server, sehingga waktu yang direncanakan untuk server mati menjadi tidak ada. Migrasi aplikasi pada server-server baru hanya memakan waktu dalam hitungan detik karena berkas-berkas konfigurasi (server, sistem operasi, aplikasi) berupa snapshot dapat dipindahkan antar mesin-mesin virtual.

Toleransi terhadap kerusakan perangkat keras

Sebelum departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, ketersediaan perangkat keras menjadi lebih kompleks dan mahal, ditambah dengan perlindungan terhadap kerusakan perangkat keras tidak bisa diterapkan begitu saja pada aplikasi-aplikasi yang bersifat umum pada server. Sedangkan setelah departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, ketersediaan perangkat keras untuk server menjadi lebih disederhanakan untuk semua aplikasi, sehingga perlindungan terhadap kerusakan dapat lebih ditingkatkan tanpa memerlukan upaya yang sangat tinggi dari administrator sistem.

Pengaturan perbaikan/update

Pekerjaan update dan perbaikan merupakan pekerjaan rutin yang seringkali memakan waktu yang cukup besar. Sebelum departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, perbaikan dan update dilakukan pada setiap server dengan adanya waktu berhentinya layanan server-server tersebut. Sedangkan setelah departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, perbaikan dan update dilakukan secara otomatis tanpa disertai berhentinya layanan server-server tersebut.

Ketersediaan layanan yang tinggi

Pengetesan terhadap ketersediaan layanan TI seringkali memakan waktu yang cukup lama dan dilakukan pada saat hari libur. Sebelum departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, seringkali pengetesan layanan TI dilakukan pada waktu akhir pekan di hari libur dan pemulihan sistem seringkali tidak diprediksikan dengan baik. Setelah departemen TI menggunakan solusi virtualisasi, pengetesan layanan TI dapat dilakukan secara otomatis pada hari kerja dan pemulihan sistem dapat dilakukan dengan cepat.

bersambung ke tulisan berikutnya….(Pengelolaan Resiko dan Keamanan pada Lingkungan Bisnis Global)

    Tidak ditemukan artikel yang terkait

Penulis :

Berkah I. Santoso. Menyelesaikan kuliah Magister Teknologi Informasi di Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 2007. Pernah bekerja sebagai Web Developer untuk salah satu konsultan TI di Depok, Jawa Barat (2004), System Administrator, IT Assistant Manager pada salah satu perusahaan pelayaran di Jakarta (2004 - 2007). Saat ini bekerja sebagai IT Lecturer pada salah satu universitas swasta di Jakarta setelah sebelumnya menjadi IT Manager pada salah satu anak usaha kelompok media terbesar di Indonesia dan IT Business Development Manager pada salah satu konsultan TI berbasis Linux dan Open Source Software (2008 - sekarang). Pada bulan Mei 2012 bergabung dengan komunitas CloudIndonesiA sebagai salah satu anggota tim penulis teknis pada Bidang Konten dan Review Artikel.

Komentar

One thought on “Persiapan untuk Perubahan : Faktor Ekonomi, Merger dan Akuisisi serta TI
  1. Pingback: solusi ti yang siap untuk bisnis perusahaan : CloudIndonesiA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *