Komunitas Cloud Indonesia

Single Tenant vs Multi Tenant di Windows Azure

Penulis :   |   October 28, 2012

Dalam pengembangan aplikasi cloud, khususnya Windows Azure, dikenal dua buah model pengembangan, yaitu single tenant model dan multi-tenant. Single-tenant model mempunyai logical instance dari sebuah aplikasi yang terpisah untuk setiap customer, sementara multi-tenant model mempunyai sebuah logical instance dari aplikasi yang di-share untuk banyak customer. Untuk membedakan kedua jenis model ini, kita dapat menggunakan analogi sebuah apartemen sewa. Pada single-tenant model, analoginya adalah kita menyewa satu buah slot apartement untuk diri sendiri, sementara multi-tenant model dianalogikan dengan satu buah slot apartement yang disewa oleh beberapa orang.

Terdapat beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu aplikasi akan dirancang sebagai sebuah aplikasi yang single tenant atau multi tenant. Beberapa kriteria tersebut adalah :

1. Stabilitas aplikasi

Sebuah aplikasi yang bersifat multi-tenant akan lebih rentan terhadap kegagalan sistem daripada aplikasi single-tenant. Efek kerusakan yang ditimbulkan pun dapat lebih luas pada aplikasi yang bersifat multi-tenant.

2. Skalabilitas aplikasi

Single tenant application kurang skalabel apabila dibandingkan dengan multi-tenant, sebab instance aplikasi yang harus dibuat lebih banyak, seiring dengan semakin besarnya aplikasi. Namun, dengan memiliki instance yang berbeda untuk setiap klien, single-tenant lebih reliable.

3. Service Level Agreement (SLA)

Service Level Agreement merupakan sebuah kontrak antara pengguna cloud dan penyedia jasa cloud. Biasanya nilai dari suatu kontrak penggunaan akan semakin tinggi seiring dengan semakin banyaknya fasilitas yang didapatkan user. Umumnya pengguna mendapatkan sebuah service cloud dengan jumlah maksimal instance aplikasi yang terbatas, sehingga perancang software harus memperhatikan dengan cermat kebutuhan dan ketersediaan resource yang ada

4. Handling proses autentikasi dan otorisasi

Proses handling untuk autentikasi dan otorisasi pada sebuah aplikasi yang multi tenant lebih rumit, karena aplikasi tersebut harus menyediakan pendukung untuk proses tersebut bagi setiap instance yang mengakses aplikasi, jika setiap client memiliki proses autentikasi dan otorisasi yang berbeda.

  1. ACCI – Asosiasi Cloud Computing Indonesia
  2. Lowongan .NET Developer
  3. Lowongan Android Developer
  4. Lowongan Java Developer
  5. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016

Penulis :

Seorang technology enthusiast yang saat ini bekerja sebagai mahasiswa pascasarjana di NUS Singapura. Dapat dihubungi via email ke [email protected] Silakan mengunjungi http://enricobudianto.wordpress.com/ untuk melihat hasil-hasil tulisan yang pernah dibuat.

Komentar

One thought on “Single Tenant vs Multi Tenant di Windows Azure

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *