Komunitas Cloud Indonesia

Solusi TI yang Selalu Siap untuk Bisnis Organisasi/Perusahaan

Penulis :   |   May 18, 2012

Pada tahun 2008, telah diadakan survey kepada para CIO pada organisasi/perusahaan di benua Amerika dan Eropa oleh majalah khusus CIO. Survey tersebut menghasilkan suatu laporan yang menerangkan bahwa 82 % dari responden, sebagian besar adalah CIO, menyatakan penyelarasan antara TI dengan bisnis organisasi/perusahaan merupakan aktivitas utama mereka. Saat departemen TI terfokus pada pengaturan infrastruktur TI, maka departemen tersebut akan mengalami kesulitan dalam menciptakan nilai bisnis bagi organisasi/perusahaan. Organisasi yang memandang departemen TI sebagai supporting unit, masih berpikir secara tradisional seringkali mengalami kesulitan dalam mengatur irama kerja antara departemen TI dengan bisnis utama organisasi/perusahaan.

Hal-hal yang mempengaruhi tingkat kesulitan departemen TI seperti keterhubungan dan ketergantungan antar komponen sumber daya TI dengan standar industri dan peraturan. Komponen sumber daya TI yaitu kumpulan server, jaringan komputer, media penyimpanan utama, sistem operasi yang beragam serta aplikasi bagi pengguna, dihadapkan dengan permintaan kebutuhan pengguna, perjanjian jaminan tingkat layanan (SLA), tata kelola dan peraturan-peraturan pemerintah akan membuat keterkaitan tugas-tugas departemen TI semakin berat. Seringkali para manajer TI menggunakan IT Infrastructure Library (ITIL) ataupun standar industri lainnya dalam merancang infrastruktur TI pada organisasi/perusahaan mereka, akan tetapi tetap saja pembuatan perencanaan infratruktur TI memerlukan waktu yang cukup lama.

Sehingga bagaimanakah solusi atas permasalahan tersebut diatas ? Pertanyaan tersebut dapat dijawab ketika departemen TI dapat menyederhanakan pengaturan TI, sehingga tim dalam departemen TI tersebut dapat selalu fokus pada penyediaan nilai inovatif selain dari pengaturan operasional harian. Sehingga system administrator tidak harus menghabiskan waktu yang lama untuk melakukan maintenance server-server, melakukan debugging runtime environment dan melakukan update dan patch sistem. Selain itu arsitek aplikasi pada departemen TI dapat menggunakan waktu lebih lama untuk memenuhi layanan bisnis dan menggunakan waktu lebih singkat untuk mengatur daur hidup aplikasi menggunakan berbagai macam server, berbagai macam sistem operasi dan alat bantu pengembangan. Virtualisasi memungkinkan terpenuhinya arsitektur yang menyederhanakan semua kompleksitas seperti tersebut diatas, sehingga membantu para CIO dan manajer TI untuk tetap fokus pada pemenuhan layanan bisnis organisasi/perusahaan pada data center dan desktop.

Pada gambar grafik maintenance vs innovativeeconomics dibawah ini terlihat perbedaan persentase dari inovasi infrastruktur, maintenance infrastruktur, maintenance aplikasi, inovasi aplikasi antara sebelum menggunakan virtualisasi, dengan persentase setelah menggunakan virtualisasi.

Grafik 1.1. Maintenance vs innovative economics sebelum virtualisasi

Grafik 1.2. Maintenance vs innovative economics setelah virtualisasi

Pada kedua grafik tersebut diatas terlihat pergeseran nilai persentase inovasi, baik infrastruktur atau aplikasi dan pergeseran nilai persentase maintenance, baik infrastruktur atau aplikasi.

Sebelum departemen TI menggunakan virtualisasi, porsi persentase untuk pekerjaan maintenance cukup besar, yaitu 68 % (maintenance infrastruktur + maintenance aplikasi), sedangkan porsi persentase untuk pekerjaan inovasi cukup kecil, yaitu 32 % (inovasi infrastruktur + inovasi aplikasi). Selisih antara porsi persentase pekerjaan maintenance dengan pekerjaan inovasi sebesar 36 %.

Sedangkan pada saat departemen TI telah menggunakan virtualisasi, porsi persentase untuk pekerjaan maintenance menjadi lebih kecil, yaitu 45 % (maintenance infrastruktur + maintenance aplikasi), sedangkan porsi persentase untuk pekerjaan inovasi menjadi lebih besar, yaitu 55 % (inovasi infrastruktur + inovasi aplikasi). Selisih antara porsi persentase pekerjaan maintenance dengan pekerjaan inovasi sebesar 10 %.

Sehingga dapat ditarik pernyataan bahwa dengan menggunakan virtualisasi, pekerjaan rutin maintenance suatu departemen TI menjadi berkurang cukup besar dan pekerjaan inovasi mendapatkan porsi dengan mengalami pertambahan cukup besar. Upaya untuk menjalankan inovasi dan maintenance secara bersamaan juga mendapatkan porsi yang cukup kecil dengan menggunakan virtualisasi, diharapkan sumber daya yang digunakan pada departemen TI dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien.

bersambung ke tulisan berikutnya…(Persiapan untuk Perubahan : Faktor Ekonomi, Merger dan Akuisisi serta TI)

    Tidak ditemukan artikel yang terkait

Penulis :

Berkah I. Santoso. Menyelesaikan kuliah Magister Teknologi Informasi di Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 2007. Pernah bekerja sebagai Web Developer untuk salah satu konsultan TI di Depok, Jawa Barat (2004), System Administrator, IT Assistant Manager pada salah satu perusahaan pelayaran di Jakarta (2004 - 2007). Saat ini bekerja sebagai IT Lecturer pada salah satu universitas swasta di Jakarta setelah sebelumnya menjadi IT Manager pada salah satu anak usaha kelompok media terbesar di Indonesia dan IT Business Development Manager pada salah satu konsultan TI berbasis Linux dan Open Source Software (2008 - sekarang). Pada bulan Mei 2012 bergabung dengan komunitas CloudIndonesiA sebagai salah satu anggota tim penulis teknis pada Bidang Konten dan Review Artikel.

Komentar

One thought on “Solusi TI yang Selalu Siap untuk Bisnis Organisasi/Perusahaan
  1. Pingback: virtualisasi infrastruktur bisnis : CloudIndonesiA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *