Komunitas Cloud Indonesia

Table Storage Windows Azure dan Implementasinya (1)

Penulis :   |   August 6, 2012

Table storage merupakan service penyimpanan data yang disediakan oleh Windows Azure untuk menyimpan data-data yang terstruktur dalam jumlah besar. Berbeda dengan SQL Azure, table storage digunakan untuk menyimpan data-data yang terstruktur namun bukan merupakan sebuah data yang relational seperti pada SQL Azure. Beberapa penggunaan yang umum dari Table storage service Windows Azure adalah sebagai berikut :

  1. Menyimpan data-data terstruktur dalam ukuran besar (sampai dengan ukuran terabytes)
  2. Menyimpan data yang tidak memerlukan proses join yang kompleks, foreign key, ataupun stored procedure seperti yang umumnya ditemui pada database relational.
  3. Melakukan query data secara cepat menggunakan konsep clustering index
  4. Melakukan pengaksesan data menggunakan OData ataupun LINQ

Seperti halnya database relational, data-data yang ada di table storage merupakan kumpulan dari entity, dimana setiap entity tersebut memiliki primary key. Primary key dari table storage service Windows Azure memiliki properti sebagai berikut :

  1. Terdapat partition key dan row key yang dapat mengidentifikasi secara unik setiap entity pada table.
  2. Terdapat timestamp yang memungkinkan service untuk melacak waktu perubahan dari suatu entity.

Table storage service sendiri merupakan bagian dari storage service pada runtime environment Windows Azure yang hosted pada salah satu data center dari Microsoft. Gambar di bawah ini memberikan ilustrasi komponen pengembangan Windows Azure dan disadur dari blog technet Microsoft.

Sementara itu, data model dari table storage service diilustrasikan pada gambar di bawah ini. Berdasarkan data model yang ada, table storage service memilki struktur yang lebih kurang sama dengan database relational.

Beberapa data menarik mengenai table storage service Windows Azure terangkum di bawah ini :

  1. Alamat dari table di Windows Azure mengikut format berikut ini : http://<storage account>.table.core.windows.net/<table>
  2. Total size dari storage account Windows Azure (termasuk table, blob, storage) tidak boleh melebihi 100 TB
  3. Setiap entity dari table storage Windows Azure memiliki size maksimum 1 MB. Ukuran dari setiap entity dapat dihitung menggunakan rumus berikut : 4 bytes + Length (PartitionKey + RowKey) * 2 bytes + For-Each Property(8 bytes + Length(Property Name) * 2 bytes + Sizeof(.Net Property Type))
  4. Query pada Table storage windows azure dibatasi hanya pada 1000 entity. Semetara itu, query yang memakan waktu lebih dari 30 detik akan di cancel.
  5. Kolom dari table storage service pada Windows Azure hanya dibatasi pada tipe data berikut : byte[], bool, DateTime, Double, Guid, int, long, String.
  6. Anda akan dikenakan charge untuk setiap jumlah data yang tersimpan dan jumlah transaksi yang dilakukan pada table storage service tersebut.

Pada tutorial berikutnya kita akan mencoba mengimplementasikan konsep table storage Windows Azure dalam sebuah aplikasi. Sampai bertemu di tutorial berikutnya!

  1. Jakarta Cloud Computing Meetup 09.2016
  2. Big Data dengan Google Cloud
  3. Cloud Computing dan Big Data : Sebuah Kombinasi Ideal
  4. Keynote CEO Oracle mengenai Transformasi Cloud Computing
  5. Cloud Computing sebagai Skill yang Paling Dicari di Dunia Kerja

Penulis :

Seorang technology enthusiast yang saat ini bekerja sebagai mahasiswa pascasarjana di NUS Singapura. Dapat dihubungi via email ke enrico.budianto@cloudindonesia.or.id. Silakan mengunjungi http://enricobudianto.wordpress.com/ untuk melihat hasil-hasil tulisan yang pernah dibuat.

Komentar

2 thoughts on “Table Storage Windows Azure dan Implementasinya (1)
  1. Pingback: Partitioning pada Table Storage Windows Azure - CloudIndonesiA

  2. Pingback: Windows Azure dan NoSQL Database : CloudIndonesiA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *